senyummu, senyum yang setiap hari
mengganggu mimpiku
dirimu, dirimu yang selalu hadir
akan tingginya khayalku
laksana awal tatapan, terpana bujuk rayunya
terhempasnya diriku didalam sanjungan seribu sajak
oh kau buat semuanya terasa mudah dan indah
dan entah kenapa percayamu buatku bertahan
walau rasanya seperti menggenggam udara
tak dapat dilihat, rasa yang dijaga sang surgawi
kau, segala yang selama ini kuketahui
harapan yang kau tanam, tumbuh semakin tinggi
tanpa bayangan curiga dan nista
hanguskan semua derita dan angkara murka
taukah dirimu aku berharap?
kau yang selalu berada, dan aku yang selalu berjaga
dibutakan tanda seribu makna
oh dentang waktu yang tak berhenti
dapatkah kau ulang memori kembali?
memori yang direnggut kejamnya hari
segala itu pergi, pergi dinanti pagi
memori laksana debu yang terbang tinggi
kau, yang membawa memori itu
kini pergi menjauh tak tersentuh kelabunya waktu
salahkah bila duga tak pernah tau?
awal kisah bercengkramanya mentari
seakan bagai air, tak terpatri, tergerus duka dan sepi
tawamu, tawa yang menghiasi relungku
kini telah terkikis
dan memori, memori tentangmu
bagiku terasa telah mati
aulia r y
december 2010-21.13
december 2010-21.13
No comments:
Post a Comment